Soal kemunculan nama-nama kandidat capres dan cawapres, kata Saleh, baru sekedar aspirasi dari kader semata.
"Secara formal PAN belum membicarakan siapa saja yang diusung dalam pilpres," ujar Saleh dalam pesan singkat.
Saleh mengatakan, penyampaian aspirasi di dalam internal PAN adalah hal yang biasa terjadi. Dengan demikian, beredarnya sejumlah nama capres, seperti Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Presiden Joko Widodo, hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan harus dihormati.
"Kalaupun ada pembicaraan soal calon pemimpin nasional, Ketum PAN Zulkifli Hasan, tentu menempati prioritas utama," ujarnya.
Lebih dari itu, ia menyampaikan, PAN juga akan tetap mempertimbangkan nama-nama calon yang muncul dalam Rakernas. Akan tetapi, ia mengklaim, nama tersebut belum jadi jaminan diusung lantaran politik bersifat cair.
"Semua kemungkinan bisa saja terjadi karena itu bagian dari dinamika demokrasi. Nama-nama tersebut akan tetap menjadi bagian dari masukan dan referensi bagi PAN," ujar Saleh.
Secara terpisah, Zulkifli enggan berkomentar terkait pencalonan sosoknya dan sejumlah nama capres/cawapres dalam Rakernas. Ia menilai, kemunculan nama itu hanya bagian dari dinamika internal partai.
"Sabar dan ikuti saja acaranya (Rakernas ke-3 PAN)," ujar Zulkifli.
"Nanti terserah Rakernas membahasnya bagaimana. Cuma saya usulkan bahas capres nantilah," ujarnya. </span> (kid)
Bagikan Berita Ini
0 Response to "PAN Tunda Pembahasan Capres dalam Rakernas di Bandung"
Post a Comment